Kekuataan Militer dan Kelompok Militan di Pakistan

Ditulis oleh “Anisa Galuh Sitaresmi”
Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional
Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Pakistan merupakan negara yang berada di wilayah Asia Selatan yang berbatasan dengan Laut Arab, diantara timur India, Iran dan Afganistan di barat serta China di utara (Portal-Ilmu, 2020). Negara ini beribukotakan Islamabad yang terletak di bukit Himalaya. Negara Pakistan memiliki sistem pemerintahan Republik Parlementer, kepala negara adalah Presiden dan kepala pemerintah atau kekuasaan tertinggi di pegang oleh perdana mentri.

Pakistan merupakan negara yang memiliki populasi cukup padat hampir 200 juta penduduk yang ada di negara tersebut, populasi di Pakistan didominasi oleh Indo-Iran dan didominasi juga dengan etnis Punjab. Dengan padatnya penduduk yang ada di negara tersebut, berpengaruh pada banyaknya jumlah militer yang ada di Pakistan.

Pakistan merupakan negara yang dapat dibilang memiliki bidang militer yang cukup kuat walaupun dalam bidang lainnya belum bisa sekuat militer. Negara ini memiliki kurang lebih 620 ribu tentara (Rizal, 2019). Selain faktor padatnya populasi, Pakistan memperkembangkan militernya karena faktor letak georgrafis yang mana negara ini berdekatan dengan negara- negara konflik seperti India, Afganistan, Iran. Dengan keadaan itulah Pakistan memperkuat bidang militernya agar dapat sigap dalam menghadapi konflik dengan negara-negara lain (Boombastis, 2019).

Negara ini memperkuat bidang militernyata tidak habi-habis. Mereka memperkuat militernya dari berbagai bidang. Dari bidang militer angkatan udara, militer angkatan laut, militer angkatan darat dan memperkuat dalam persenjataan rudal dan nuklir (TheDiplomat.com, 2015). Dalam bidang militer yang diperkuat negara ini, Pakistan rela untuk mengeluarkan uang yang sangat cukup banyak.

Tahun 1993 sampai 2016, Pakistan telah mengeluarkan lebih dari 20 persen untuk bidang militer (Stockholm International Peace Research Intutute). Sementara pada tahun lalu Pakistan telah mengeluarkan sekitar USD 11 miliar sekitar 3,6 persen untuk 653.800 tentaranya. Dan dilansir dari laporan SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) bahwa militer Pakistan menyumbangkan 16,7 persen dari pengeluaran pemerintah. Dengan perjuangan-perjuangan tersebut, Pakistan dapat mencapai peringkat 15 militer terkuat di seluruh dunia. Pakistan juga menjalin kerjasama dengan beberapa negara termasuk China dan Rusia.

Sebelum mencapai pencapaian peringkat 15 militer terkuat di seluruh dunia. Pakistan mengembangkan dan mengelola militer pasti dengan baik. Pengembangan dan pengelolaan tersebut dilakukan Pakistan agar militernya semakin berkembang dan maju. Pengembangan dan pengelolaan tersebut dilakukan dengan cara meningkatkan militer di angkatan udaranya, militer angkatan laut, dan militer angkatan darat.

Pengembangan dan pengelolaan dalam militer angkatan udara ini diawali dengan keterlibatan Pakistan dalam perang perbatasan India. Hasil dari peperangan tersebut Pakistan mengalami kekalahan, dikarenakan kekuatan mikiter Pakistan belum sebanding dengan India.

Dengan kekalahan tersebut Pakistan berusaha untuk meningkatkan kekuatan militernya. Kemudian, Pakistan terus mengembangkan pesawat tempurnya dan sampai dapat membeli 4 helikopter Mi-35 dari Rusia dan 9 helikopter tempur AH-IZ milik Amerika Serikat (Sindonews,2015). Dengan perkembangan tersebut Pakistan dapat dibilang negara yang ditakuti di negara Asia Selatan.

Pengembangan di dibidang angakatan laut, Pakistan pada awalnya hanya memiliki 4 kapal kecil, 4 kapal penyapu ranjau, 8 kapal penyapu ranjau mesin. Dan semakin berkembang dengan adanya pemberian-pemberian kapal dari beberapa tokoh dan negara.

Pada tahun 1994 Pakistan pertama kali membuat kapal armadanya di Perancis. Kemudian, tahun 2005 mereka membuat kapal armada lagi dengan tipe F-22P sebanyak 4 unit. Hal tersebutlah merupakan pencapaian negara Pakistan karena semakin bertambahnya kapal armada untuk mengatisipasi perang (Navy, 2012)

Pengembangan dibidang angkatan darat, bidang angkatan darat di negara Pakistan ini sudah sejak awal memiliki jumlah yang sangat besar. Pakistan disebut negara dengan militer angkatan darat terbanyak di dunia. Hal ini membuktikan bahwa negara Pakistan layak dibilang negara yang kuat dalam bidang militernya.

Pengembangan ini dilakukan dengan pembuatan-pembuatan tank dari berbagai tipe dan dapat memcapai pembuatan tank sebanyak 2.924 unit(Jejaktapak, 2014). Hal ini dibuktikan agar kekuatan militer angkatan darat Pakistan semakin maju.

Selain memiliki kekekuatan militer yang cukup kuat. Negara Pakistan juga merupakan negara yang memiliki cukup banyak kelompok militan yang mangancam stabilitas keamanan negara tersebut. Beberapa kelompok militan berbasis dalam negari tersebut adalah Al-Qaida, Al-Qaeda in the India Subcontinent, Jaringan Haqqani, Harakat ul-Jihad-i-Islami, Harakat ul-Mujahidin, Jaish-e-Mohammed, Jaysh al Adl, Lashkar i Jhangvi, dan Lashkar-e Tayyiba (Portal-Ilmu, 2020).

Ada beberapa kasus kelompok militan yang mengancam stabilitas negara atau keamanan negara yaitu kelompok militan Jaish-e Mohammed kasus Khasmir. Dimana kasus ini dapat meningkatkan ketegangan dengan India pada masalah sengketa. Mereka melakukan konfrontasi militer dengan melakukan perang nuklir, hal ini jelas saya membahayakan stabilitas negara Pakistan dalam masalah keamanan. Maka dari itu pemerintahan Pakista mengambil tindakan tegas untuk mengurus kasus ini (Mata-matapolitik, 2019).

Kasus kedua adalah kasus teror Mumbai yang dilakukan oleh komandan kelompok militan Lashkar-e Tayyiba. Kasus tersebut dilakukan penyerbuan terhadap atas tindakan tuduhan-tuduhan oleh India, yang menuduh bahwa wilayah Pakistan untuk latihan kemiliteraan kelompok militan tersebut (Kompas, 2008). Kasus ketiga adalah kasus antara JeM dengan kelompok militan Laskar e-Thaiba. Kasus ini disebabkan oleh kasus Kashmir yang mana memicu peperangan kedua kelompok. Kelompok penegak hukum sudah menahan 121 anggota dibawah kasus tersebut.

Hal tersebut sebagai pemicu juga ketegangan yang dialami India dan Pakistan. Pihak JeM mengakui bahwa serangan yang terjadi memang dilakukan kelompok JeM. Akan tetapi sebelum mengakui pihak JuD menuduh kelompok Laskar e-Thaiba lah yang melakukan serangan tersebut. Maka dari itulah ada peperangan antara kelompok JeM dan kelompok Laskar e-Thaiba (Kompas, 2019).

Daftar Pustaka

DW, 2019. ‘Pakistan : Kelompok Militan Jaish-e Mohhamed akan Ditindak. Mata-matapolitik.com. Diakses tanggal 20 Maret 2020

Khotimah Siti, 2019. “Pakistan Tangkap 121 Anggota Kelompok Militer. Merdeka.com. Diakses tanggal 19 Maret 2020

Ramadhanti Shabrina, 2018. “Kepentingan Rusia Kerjasama Militer dengan Pakistan 2014-2017”. UIN. Diakses tanggal 19 Maret 2020

Rizal, 2019. “Mengintip Hebatnya Kekuasaan Militer Pakistan yang Sering Dianggap Sebelah Mata”. Boombastis.com. Diakses tanggal 21 Maret 2020.

Setisni Dayana Anggit, 2019. “Militer Pakistan 2019 Masuk dalam 15 Besar Dunia, diatas Indonesia”. Tirto.id. Diakses tanggal 19 Maret 2020.

Tri Wibisono Singgih, 2016. “Strategi Pakistan dalam Merespon Perkembangan Militer India”. UMY. Diakses tanggal 20 Maret 2020.

Widyawati Lely, 2010. “Faktor Politik yang Mempengaruhi Pembuatan Kebijakan Pemukiman Hindu di Kashmir”. UMM. Diakses tanggal 20 Maret 2020.

Wijayati Hasna, 2020. “Profil Pakistan Lengkap Negara Berkembang yang Kaya Militer”. Portalilmu.com. Diakses tanggal 19 Maret 2020.

Share

HI Unisri

Website ini adalah wadah publikasi hasil karya tulis para mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Dibuat untuk berbagi ide dan pemikiran, serta sebagai sumbangsih pada ilmu pengetahuan.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *