Pasar Monopolistik : Pengertian, Karakteristik, Kelebihan, Kekurangan dan Studi Kasus

Oleh : Yanuar Putra Wardhana
Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Pengertian pasar monopolistik adalah suatu pasar yang di dalamnya berisi banyak produsen yang memproduksi produk sejenis dengan keunikan masing-masing. Keunikan itu yang membedakan produk satu dengan produk yang lain. Contoh barang pada pasar monopolistik, misalnya; sabun, sampo, pasta gigi, parfum, dan sebagainya (https://rumus.co.id/pasar-monopolistik/, akses 25 September 2019).

Pasar monopolistik atau bisa juga disebut pasar persaingan monopolistik merupakan salah satu bentuk dari pasar persaingan tidak sempurna, karena tidak terorganisir dengan baik. Pada pasar ini harga bukanlah satu-satunya penentu angka penjualan, namun persepsi masyarakat terhadap produk yang dijual juga memiliki peran penting pada tinggi rendahnya angka penjualan. Maka dari itu, promosi yang baik harus dilakukan oleh para produsen dalam menjaga citra produk maupun perusahaan mereka (MaxManroe,https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/pasar-monopolistik.html, akses 25 September 2019).

Karakteristik Pasar Monopolistik

Pasar monopolistik mempunyai karakteristik tersendiri yang bisa digunakan menjadi tolak ukur suatu pasar termasuk dalam pasar persaingan monopolistik atau tidak. Ciri-ciri yang pertama adalah terdapat banyaknya produsen, dan setiap produsen memiliki skala produksi yang cenderung sama.

Yang kedua, adanya diferensiasi produk. Banyak produk memiliki fungsi yang sama, namun terdapat perbedaan dalam berbagai hal, contohnya dalam segi pengemasan, bentuk, desain, kualitas, semua tergantung produsen bagaimana membuat produknya seunik mungkin.

Ciri yang ketiga, produsen dapat menentukan harga dari produknya sendiri. Yang dimaksud di sini adalah ketika produsen memproduksi suatu barang dengan kualitas, kegunaan, dan keistimewaan tersendiri, misalnya sampo anti ketombe dan sampo untuk menguatkan akar rambut, produsen dapat menentukan harga yang berbeda antara dua sampo yang berbeda fungsi tersebut.

Ciri keempat adalah produsen mudah keluar masuk pasar dengan mudah sesuai dengan kebutuhannya. Contohnya, ketika suatu produk produsennya masih sedikit, maka keuntungan yang didapat akan tinggi. Namun sebaliknya, jika suatu produk sudah ramai produsennya, maka keuntungan juga akan berkurang. Pada kondisi ramai produsen ini lah biasanya para produsen akan menganggap pasar sudah tidak menarik dan akan meninggalkan pasar.

Lalu ciri yang kelima adalah produsen biasanya sering mempromosikan produknya kepada masyarakat melalui berbagai media, seperti lewat media sosial, memasang iklan di baliho, televisi, radio, menyebar brosur, stiker, poster, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk menarik masyarakat untuk membeli produk mereka dan membentuk persepsi masyarakat tentang produk yang dijual serta membangun citra baik perusahaan (Akuntan Online, https://akuntanonline.com/pengertian-dan-contoh-pasar-monopolistik/, akses 25 September 2019).

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik

Pasar monopolistik memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan pasar monopolistik yang pertama adalah jumlah produsen tidak terbatas, sehingga konsumen akan diuntungkan dengan banyaknya pilihan produk sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kedua, produsen bebas masuk dan keluar pasar, sehingga inovasi dan peningkatan suatu produk akan berkembang. Kelebihan berikutnya, yaitu jumlah konsumen di pasar ini cenderung sangat besar, karena umumnya produk yang dijual adalah kebutuhan sehari-hari. Lalu konsumen juga dapat semakin selektif dalam membeli produk karena banyaknya pilihan produk yang ada.

Di samping beberapa kelebihan tersebut, terdapat kekurangan dari pasar monopolistik. Untuk masuk ke pasar ini dibutuhkan modal yang besar, dan juga para produsen harus selalu berinovasi yang akan membuat biaya produksi semakin tinggi, sehingga muncul persaingan dalam pasar yang sangat ketat.

Oleh karena itu, para produsen dengan modal dan pengalaman yang minim biasanya akan mudah dan cepat keluar dari pasar ini (Ruang Guru, https://www.ruangguru.co.id/pengertian-pasar-monopolistik-ciri-ciri-dan-contohnya/, akses 25 September 2019).

Studi Kasus

Untuk studi kasus pasar monopolistik, saya mengambil contoh persaingan produk sepatu merek Adidas dan Nike. Adidas yang didirikan oleh Adolf (Adi) Dassler ini merupakan perusahaan sepatu asal Jerman yang mulai memproduksi sepatu sejak tahun 1924 (Adidas, https://shop.adidas.co.id/blog/sejarah-adidas/, akses 25 September 2019).

Sedangkan Nike adalah perusahaan sepatu yang awalnya bernama Blue Ribbon Sports asal Oregon, Amerika Serikat, yang didirikan oleh Phillip Knight dan Bill Bowerman pada tahun 1964. Setelah mengalami perkembangan sedemikian rupa, pada tahun 1978, Blue Ribbon Sports resmi berganti nama menjadi Nike (Nike, https://www.sneakers.co.id/sejarah-brand-nike/, akses 25 September 2019).

Meskipun Adidas hadir lebih dulu dibandingkan Nike, namun Nike berhasil mengimbangi Adidas hingga saat ini. Keduanya adalah dua perusahaan sepatu yang sama-sama sudah besar dan ternama di dunia. Mereka selalu berinovasi, mengeluarkan seri-seri baru dengan desain, bahan, dan kualitas yang berbeda, yang membuat harga dari produk-produk mereka juga bervariasi.

Kedua merek tersebut juga mempunyai ciri khas tersendiri yang unik pada produk mereka, yakni logo yang selalu ada di produk mereka. Nike dengan logo Swoosh atau yang biasa kita sebut sebagai centang, dan Adidas dengan logo panel tiga garis.

Logo adalah salah satu komponen branding yang berpengaruh pada penjualan suatu produk dan juga salah satu faktor kesuksesan dari suatu produk tersebut (Maxmanroe, https://www.maxmanroe.com/branding-salah-satu-kunci-sukses-bisnis.html, akses tanggal 25 September 2019).

Tidak hanya melakukan inovasi pada produk mereka, untuk bisa bertahan mereka juga melakukan promosi yang tiada henti untuk membentuk persepsi masyarakat terhadap produk mereka dan juga membangun citra yang baik di masyarakat.

Contoh dari promosi yang mereka gunakan adalah dengan menggandeng artis dan atlet ternama di dunia sebagai brand ambassador mereka, dan secara tidak langsung juga membuat prestis sepatu ini meningkat.

Share

HI Unisri

Website ini adalah wadah publikasi hasil karya tulis para mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Dibuat untuk berbagi ide dan pemikiran, serta sebagai sumbangsih pada ilmu pengetahuan.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *