Pengembangan Kerjasama Militer Pakistan demi Pengentasan Kasus Kelompok Militan di Pakistan

Ditulis oleh “Arifa Ichwani Putri”
Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional
Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Menurut Global Fire Power (2020), militer Pakistan berada di posisi ke-15 dari 138 negara yang ditinjau oleh GFP dengan power indeks 0.2364 dan lebih unggul di atas negara – negara yang dinilai lebih maju

Pakistan – China

Pakistan didukung dengan tiga sektor utama militernya yaitu Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Untuk mengembangkan kekuatan militernya, Pakistan kemudian bekerjasama dengan beberapa negara besar seperti China, Rusia. Bahkan Pakistan menaikkan anggaran militernya. Awal mula hal ini dikarenakan adanya security dilemma antara India dengan Pakistan.

China merupakan salah satu negara yang melakukan kerjasama militer dengan Pakistan, kerjasama yang terjalin diantara keduan negara sebenarnya sudah sangat lama terjalin namun pada tahun 2011 kerjasama diantara keduanya menjadi sangat intens terutama berkaitan dengan adanya pengembangan dari sistem persenjataan jet JF-17 milik mereka yaitu dengan melakukan pembelian rudal sebanyak 250 item dari China.

Selain kerjasama dalam pengembangan sistem persenjataan jet JF17, Pakistan dan China juga melakukan berbagai kerjasama militer lain seperti dengan melakukan kesepakatan terhadap pembelian 600 unit tank Al-Khalid yang merupakan variasi dari tank 90-II milik China.18 Kesepakatan pembelian 600 unit tank Al-Khalid ini nantinya akan mampu menambah kekuatan dari angkatan darat milik Pakistan.

Kerjasama militer terbaru yang terjalin antara Pakistan dan China adalah kerjasama mengenai pembelian 8 kapal selam senilai $5 juta yang diperkirakan memiliki kemampuan untuk mengangkut hulu ledak nuklir dan memiliki berat yang lebih ringan jika dibandingkan dengan kapal selam type 039 dan type 041 milik China.

Pakistan – Rusia

Selain melakukan hubungan kerjasama militer dengan China ternyata Pakistan juga melakukan hubungan kerjasama militer dengan Rusia. Meskipun hubungan yang terjalin diantara Pakistan dan Rusia sempat memburuk terutama pada era perang dingin. Namun hubungan keduanya kembali menguat.

Penguatan hubungan kerjasama militer ini dipicu karena adanya peningkatan pembelian senjata yang dilakukan oleh India ke Amerika Serikat sehingga menimbulkan kekwatiran bagi Pakistan akan adanya kemungkinan penigkatan ancaman keamanan di wilayah perbatasan Kashmir sehingga mendorong Pakistan untuk ikut melakukan kerjasama militer baru dengan Rusia.

Meskipu tergolong sebagai kerjasama yang relatif baru karena kedua negara baru melakukan kerjasama pada tahun 2014 namun intensitas kerjasama militer diantara kedua negara tidak bisa dianggap remeh. Karena dengan hanya berselang satu tahun Pakistan dan Rusia sudah melakukan pembicaraan mengenai rencana Pakistan untuk melakukan pembelian empat helikopter serang Mi-35 dari Rusia.

Selain itu Pakistan juga tertarik untuk melakukan moderenisasi tank dan juga penambahan pesawat tempur jenis Su-35 dan Su-37 super Franker milik Rusia untuk ditambahkan kedalam armada pesawat tempur milik Pakistan.

Selain melakukan kerjasama dalam beberapa pembelian pesawat tempur ternyata Pakistan dan Rusia juga melakukan latihan militer bersama pada tahun 2016, latihan militer ini merupakan latihan militer pertama yang dilakukan oleh kedua negara dan melibatkan hampir 200 ribu personil tentara dan berbagai alusista dari kedua negara.

Peningkatan Anggaran Militer

Selain melakukan kerjasama militer dengan beberapa negara ternyata Pakistan juga telah melakukan peningkatan anggaran militer untuk meningkatkan kekuatan militer mereka. Keseriusan Pakistan dalam meningkatkan anggaran militernya terlihat dari adanya kenaikan anggaran militer dari 444,2 miliar pada tahun 2010 menjadi 495.2 miliar pada tahun 2011 (Tribune, 2011).

Peningkatan anggaran militer yang dilakukan oleh Pakistan juga dipengaruhi oleh adanya keinginan Pakistan untuk memberantas para pemberontak Taliban dan Al-Qaidah di kawasan barat laut Pakistan, namun peningkatan yang dilakukan oleh Pakistan ini lebih banyak dipengaruhi oleh adanya peningkatan militer yang dilakukan oleh India yang dilakukan pada tahun 2011-2016.

Peningkatan anggaran militer yang dilakukan oleh Pakistan sejak tahun 2011 hingga 2016 ini nantinya juga akan dialokasikan kedalam beberapa bidang militer dimana 47% untuk angkatan darat 15% untuk angkatan laut dan 25% untuk angkatan udara Pakistan (Times of Islamabad, 2016).

Contoh studi kasus kelompok militan di Pakistan

Penangkapan kelompok militan Jaish-e-Mohammed (JeM)

Permasalahan terjadi saat daerah Kashmir yang saat itu dikuasai oleh India terdapat bentrokan yang diklaim oleh kelompok militan JeM. Dari bentrokan India – Pakistan tersebut menewaskan puluhan militer India dan adanya ketakutan akan serangan nuklir. Antara India dan Pakistan melakukan misi untuk saling menyerang dengan bom.

Pakistan dicurigai mengutus kelompok militan ini untuk melaksanakan kebijakan luar negerinya, yang saat itu daerah Kashmir menjadi wilayah yang diperebutkan oleh dua negara tersebut. Namun Pakistan membantah hal tersebut dan Perdana Menteri Pakistan mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada kelompok militan yang diutus oleh pemerintah untuk melakukan serangan di negara lain. Pada akhirnya Pakistan menahan ratusan orang dari kelompok militan tersebut dan menyita ratusan sekolah agama yang dikelola oleh kelompok yang sama (Kontan, 2019).

Pakistan Tangkap Lima Tersangka Operator al Qaida

Pakistan mengumumkan bahwa mereka berhasil menangkap lima tersangka kelompok militan AQIS yang diduga akan menyerang pejabat keamanan di Punjab. Penyergapan ini dilakukan di sebuah fasilitas yang menjadi tempat fasilitas sumber pendanaan dan jaringan media utama AQIS. Dari hasil penyergapan itu telah disita sejumlah laptop berisi data – data yang dienkripsi, sejumlah ponsel, rompi bunuh diri, bahan peledak untuk bom dan peta daerah yang menjadi sasaran di Punjab (VoA Indonesia, 2019).

Pelarangan Jaringan Haqqani oleh Pakistan

Pakistan dituding oleh Amerika mendukung militan Haqqani yang kerap melakukan serangan besar ke Afghanistan untuk mengimbangi kekuatan India yang pengaruhnya semakin kuat. Namun Pakistan menyangkal tudingan ini dan meyakinkan Amerika bahwa Pakistan tidak menaruh kontribusi atau dukungan apapun terhadap jaringan militan ini.

Bahkan pada kenyataannya Pakistan telah melakukan upaya untuk memberantas Haqqani dengan melakukan serangan ke markasnya pada bulan Juni 2014. Namun untuk lebih menuntaskan kelompok ini, Pakistan akan membekukan aset dan menutup pendanaan yang mengalir ke kelompok Haqqani sehingga mereka tidak akan bisa kembali ke tempat persembunyiannya (CNN Indonesia, 2015).

Referensi

CNN Indonesia. 2015. Pakistan Akan Larang Jaringan Teroris Haqqani. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150116214200-113-25286/pakistan-akan-larang-jaringan-teroris-haqqani pada 21 Maret 2020.

Economic Times. 2016. Pakistan-Russia Military to First Ever Joint Drills. Diakses dari http://economictimes.indiatimes.com/news/defence/pakistan-russia-military-to-hold-first-ever-jointdrills/articleshow/54289699.cms pada 21 Maret 2020.

Global Fire Power. 2020. 2020 Military Strength Ranking. Diakses dari https://www.globalfirepower.com/countries-listing.asp pada 21 Maret 2020.

Kontan. 2019. Khan janji tidak ada lagi militan yang menyerang dari tanah Pakistan. Diakses dari https://internasional.kontan.co.id/news/khan-janji-tidak-ada-lagi-militan-yang-menyerang-dari-tanah-pakistan pada 21 Maret 2020.

Times of Islamabad. 2016. Pakistan Defence Budget : Can It Compete Rising Indian Military Ambitions. Diakses dari https://timesofislamabad.com/pakistan-defencebudget-can-it-compete-rising-indian-militaryambitions/2016/06/04/ pada 21 Maret 2020.

Tribune. 2011. Budget 2010-2011 : Defence Spending Up by 12%. Diakses dari https://tribune.com.pk/story/182147/budget2010-2011-defence-spending-up-by-12/  pada 21 Maret 2020.

VoA Indonesia. 2019. Pakistan Tangkap Lima Tersangka Operator al Qaida. Diakses dari https://www.voaindonesia.com/a/pakistan-tangkap-lima-tersangka-operator-al-qaida/5223229.html pada 21 Maret 2020.

Share

HI Unisri

Website ini adalah wadah publikasi hasil karya tulis para mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Dibuat untuk berbagi ide dan pemikiran, serta sebagai sumbangsih pada ilmu pengetahuan.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *